Tampilkan postingan dengan label Akidah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Akidah. Tampilkan semua postingan

66 Nama Kiamat yang Jarang Kita Sadari



Nama-Nama Hari Kiamat yang Jarang Kita Sadari ini ada sebanyak 66 nama, dan sangat mungkin masih banyak lagi. Dalam tahap pengumpulannya, nama-nama Kiamat ini kami ambilkan dari beberapa tafsir al-Quran yang telah banyak diterjemahkan.

Nama-Nama Hari Kiamat yang JarangKita Sadari ini sebagaimana berikut:


Hari Kiamat. Ini adalah nama yang paling masyhur. Alasan penamaannya adalah karena pada hari itu manusia berdiri menghadap Tuhannya dan tidak diberi izin untuk duduk. Menurut Imam an-Nawawie, kiamat adalah kata lain dari Qiamus-Sa’ah.

Hari Penyesalan (يوم الحسرة) karena pada hari itu manusian akan menyesal, yaitu orang yang jelek akan menyesal akan kejelekannya dan orang yang baik akan menyesal atas kebaikannya yang sedikit.

Hari penyesalan (يوم الندامة) karena pada hari itu manusia menyesal

Hari penghitungan amal (يوم المحاسبة) karena pada hari itu manusia menghitung amal-amal mereka, baik yang sedikit ataupun yang banyak.

Hari bertanya (يوم المسائلة). Karena pada hari itu manusia menanyakan tentang sesuatu yang besar dan yang remeh.

Hari Berlomba-lomba (يوم المسابقة). Karena pada hari itu mereka berlomba-lomba menuju tempat mereka masing-masing.

Hari penelitian (يوم المناقسة). Karena pada hari itu manusia diteliti atas segala sesuatu, baik yang sedikit ataupun yang banyak.

Hari Perlombaan (يوم المنافسة). Karena pada hari itu manusia bersungguh-sungguh untuk mencapai kedudukan orang-orang yang shaleh.

Hari Kegoncangan (يوم الزازلة). Karena pada hari itu gunung-gunung dan bumi bergoncang dan lepas dari tempat masing-masing.

 Hari Bertumpuk-tumpuknya bencana (يوم الدمدمة). Karena pada hari itu bencana bertubi-tubi.

 Hari yang mengagetkan (يوم الصاعقة) karna pada hari itu semua yang ada di langit dan di bumi terkejut dan pingsan.

 Hari peniupan (يوم الراجفة) karna pada hari itu  di tiuplah sangkakala untuk pertama kali,di mana manusia dan yang lainnya bergoncang,meninggalkan  tempatnya masing-masing.

Hari peniupan (ىوم الرادفة) karna pada hari itu di tiuplah sangkakala yang ke dua kalinya yaitu 40 tahun setelah tiupan yang pertama.

Hari kesulitan (يوم الغاشية) karena pada hari itu manusia di penuhi dengan kesulitan-kesulitan.

Hari kebingungan (يوم الداهية)  karena pada hari itu manusia di bingungkan dengan kesulitan-kesulitan yang ada.

Hari Azimah (يوم العازمة) karena hari kiamat itu dekat (segera terjadi).

Hari kebenaran (يوم الحق)  karena dibenarkan akan terjadinya atau dibenarkan kejadian-kejadian yang ada dihari itu seperti penghitungan, pembalasan dll.

Hari jeritan (يوم الصاخة) karena pada hari itu para makhluk Allah menjerit keras karena sangatnya kesusahan mereka dan sangatnya kekacauan mereka.

Hari perpisahan (يوم الفراق) karena pada hari itu mereka meninggalkan perkara-perkara yang mereka senangi.

Hari giringan (يوم المساق) karena pada hari itu mereka digiring pada padang mahsyar.

Hari qisos (يوم القصاص) karena pada hari itu mereka akan di qisos sehingga kambing yang memiliki tandukpun itu di qisos sebab kambing yang tidak memiliki tanduk (merusak tanduknya kambing lain).

Hari pemanggilan (يوم التناد) karena pada hari itu sebagian makhluk memanggil sebagian yang lain sebab sangat susahnya mereka.

Hari perhitungan (يوم الحساب) karena pada hari itu manusia dihisab dan dibalas sesuai amal perbuatan mereka.

Hari kembali (يوم المأب) karena pada hari itu manusia akan kembali pada Allah atau kembali pada tempat yang kekal (surga dan neraka).

Hari tebusan (يوم الفداء) karena pad hari itu manusia disiksa sesuai kadar maksiat mereka.

Hari ketetapan (يوم الفرار) karena pada hari itu makhluk ditetapkan tempatnya.adakalanya di surga atau di neraka.

Hari pertemuan (يوم اللقاء)  karena pada hari itu semua makhluk akan di pertemukan dengan  tuhannya.

Hari keputusan (يوم القضاء) karena pada hari itu adalah tempat menghukumi semua perkara yang sudah ditakdirkan.
Hari pembalasan (يوم الجزاء) karena pada hari itu semua amal manusia akan dibalas.
Hari cobaan (يوم البلاء) karena pada hari itu manusia mendapatkan cobaan yang sangat besar.
Hari tangisan (يوم البكاء) karena pada hari itu manusia menangis menyesali kerugian yang menimpa pada diri mereka.

Hari perkumpulan (يوم الحشر) karena pada hari itu semua makhluk di kumpulkan di dataran tinggi yang sangat luas (padang mahsyar).

Hari ancaman (يوم الوعيد) karena pada hari itu nyatalah ancaman Allah terhadap manusia atas kejelekan mereka.

Hari pertunjukan (يوم الغرض) karena pada hari itu semua amal manusia diperlihatkan pada  Allah.

Hari timbangan (يوم الوزن) karena pada hari itu semua amal manusia di timbang dengan suatu timbangan sesuai kadar sedikit-banyaknya amal mereka (amal baik dan jelek).

Hari kebenaran (يوم الحق) karena pada hari itu benarlah siksaan, pahala, dan hakikat semua perkara diketahui.

Hari hukuman ( يوم الحكم) karena pada hari itu Allah menghukumi semua perkara. Tidak ada yang mengetahui dan menolak hukum tersebut.

Hari perincian (يوم المفصل) karena pada hari itu hukum-hukum Allah diperinci.

Hari pengumpulan (يوم الجمع) karena pada hari itu orang-orang terdahulu dikumpulkan.

Hari dibangkitkan (يوم البعث) karena pada hari itu semua roh dibangkitkan dan dimasukan kebadan mereka.

Hari pembukaan (يوم الفتح) karena pada hari itu semua hal-hal yang tertutup (tidak jelas) dibukakan oleh Allah sehingga menjadi jelas.

Hari kejelekan (يوم الخزي) karena pada hari itu kejelekan-kejelekan di tampakan sehingga orang-orang yang melakukan kejelekan merasa sedih dan malu.

Hari keagungan (يوم العظيم) karena pada hari itu kesusahan, perhitungan dan pembalasan sangat agung.

Hari kesulitan (يوم العسر) karena pada hari itu kesulitan terasa bagi mereka.

Hari keyakinan (يوم اليقين) karena pada hari itu semua hal-hal yang sudah jelas tidak ada rasa keraguan sama sekali.

(يوم النشور) karena pada hari itu jasad yang ada di dalam kubur di tebarkan ketempat penantian keputusan Allah.

Hari kembali (يوم المصير)

Hari peniupan (يوم النفخة)  karena pada hari itu terompat atau sangkakala ditiup.
(يوم الصحيحة) karena pada hari itu Allah memerintahkan malaikat isrofil dalam meniup sangkakala yang pertama kali agar dilamakan.

Hari kegoncangan (يوم الراجفة). Karena pada hari itu bumi dan gunbung bergoncang hebat.

Hari bergelombang (يوم الرجح) karena pada hari itu bumi dan isinya bergoyang sehingga manusia pusing.

Hari penghamburan (يوم الزجرة) karena pada hari itu malaikat menghamburkan para pelaku maksiat dan dosa.

Hari mabuk (يوم السكرة) karena pada hari itu orang-orang yang berakal tidak ada yang sadar disebabkan mereka menanggung beban yang berat.

Hari ketakutan (يوم الفزع) karena pada hari itu semua makhluk dihantui rasa takut dan tertekan.

Hari kesusahan (يوم الجزع) karena pada hari itu manusia merasa susah.

Hari terakhir (يوم المنتهي) karena pada hari itu adalah akhir dari semua makhluk.

Hari kembali (يوم المأوى) karena pada hari itu semua makhluk ada yang kembali ke neraka dan surga.

Hari tibanya waktu (يوم الميقات)

Hari kembali (يوم الميعاد)

Hari penantian (يوم المرصاد) karena pada hari itu manusia menunggu pahala atau siksa yang akan mereka peroleh.

Hari terkunci (يوم الغلق) karena pada hari itu semua perkara dikunci dan keadaan berubah .ketentraman dan kegelisahan berbaolak balik.

Hari keringat (يوم العرق) karena pada hari itu manusia berkeringat .sehingga keringat mereka ada yang sampai menenggelamkan kaki mereka,perut mereka atau bahkan sampai menenggelamkan tubuh mereka.

Hari kebutuhan ( (يوم الافتقرkarena pada hari itu manusia membutuhkan syafaat yang bisa menolong mereka dari pedihnya siksaan

Hari kekeruhan (يوم الانكدر) karena pada hari itu warna warni bintang berubah

Hari bertaburan (يوم الانتشار) karena pada hari itu bintang bintang jatuh bertaburan ke bumi

Hari terpecahnya langit (يوم الانشقاق) karena pada hari itu malaikat turun ke bumi sampai membelah langit-langit.

Demikianlah Nama-Nama Hari Kiamat yang Jarang Kita Sadari, semoga dengannya kita mendapatkan pelajaran dan ilmu baru, dan mendapatkan pencerahan baru terkait dengan kiamat yang sebenarnya sudah dekat.

Perdamaian Abrahamic Faith adalah Penipuan pada Umat Islam


Perdamaian di bawah payung Abrahamic Faith bak sebuah oase di tengan padang pasir. Bisa mungkin sikap trauma sebagian masyarakat Barat (Eropa dan Amerika) yang kemudian merembet ke Indonesia, membuat buta. Akibat tindakan-tindakan intoleran yang menimpa Muslim dunia, seperti pembantaian muslim Rohingya, Palestina atau kasus intoleran yang baru-baru ini terjadi pada komunitas Muslim di Jakarta, mendorong sebagian umat Islam memilih wacana Abrahamic Faith sebagai solusi perdamaian pamungkas, tanpa meneliti kebenarannya terlebih dahulu.

Pembahasan
Bermula dari sebuah konfrensi ilmuan muslim-yahudi-kristen atau The Muslim Jewish Crishtian Conference  (MJCC) pada tahun 1979 di New York. Para ilmuan lintas agama tersebut (Islam, Kristen dan Yahudi) mengupayakan komunikasi antar agama yang meliputi tiga unsur penting agama yang dipopulerkan oleh keturunan Nabi Ibrahim u: Islam, Yahudi, dan Kristen.

Konferensi tersebut menghasil sebuah rumusan Abrahamic Faith, bahwa: pada dasarnya tiga agama tadi adalah satu kesatuan, karena bersumber dari nenek moyang yang sama, yakni Nabi Ibrahim u. Semenjak itu wacana Abrahamic Faith menjadi istilah yang sangat populer dan terus dipropagandakan oleh klangan pluralis sebagi golden way permersatu tiga agama.

Mereka mengklaim, bahwa Nabi Ibrahim u sebagai abul-anbiya’ telah melahirkan tiga agama tadi merupakan sebagai bukti kemiripan tiga agama tersebut. Adapun perbedaan bentuk konsepsi dan ritual hanya dianggap sebagai perbedaan ijtihadi masing-masing agama yang tidak perlu dipermasalahkan. Perbedaan tersebut bagi kaum pliralis, sepeti perbedaan antar madzhab dalam Islam (furû’iyah)—mengutip pendapat Kamil Najjar dalam at-Tasyabbuh wal-Ihktilâf.1

Minset seperti ini tentu saja tidak pernah dibenarkan. Membungkus agama Islam bersama Yahudi, dan Nasrani sebagai sajian perdamaian dalam satu nampan adalah tindakan salah kaprah; terlalu memaksakan bahkan rapuh secara keimuan Islam. Dalam hal ini ada beberapa alasan penting:

Pertama, eksistensi ajaran Yahudi dan Nasrani sampai saat ini, jika disetarakan dengan agama Islam dapat menimbulkan tanda tanya besar. Pasalnya, ajaran Yahudi dan Nasrani yang bersifat temporal (dibatasi oleh waktu) tentunya sudah tergeser. Kesemuanya telah disempurnakan oleh agama Islam sebagai agama samawi terakhir yang bersifat abadi dan universal.

Syekh Nawawi al-Banteni ketika mengomentari surah al-Maidah [5]: 48 menyatakan, bahwa Taurat (kitab suci umat Yahudi) adalah berstatus syariat semenjak diutusnya Nabi Musa u, sampai terutusnya Nabi Isa u. Sedangkan Injil (kitab suci umat Kristiani) adalah berstatus syariat semenjak diutusnya Nabi Isa u, sampai terutusnya Nabi Muhammad r. Adapun al-Quran adalah syariat untuk semua makhluk sejak masa kehidupan Nabi Muhammad rsampai hari kiamat kelak.”2

Hal ini senada dengan ungkapan Imam ats-Tsa’labi, yang menyatakan bahwa salah satu fungsi  keistimewaan al-Quran adalah sebagai rujukan pokok untuk memilah ajaran yang benar dan salah akibat distorsi (tahrif) yang terjadi pada kitab-kitab terdahulu yang menjadi pedoman ajaran terdahulu.3

Nah, sampai disini sudah terlihat kerapuhan wacana Abaramic Faith, karena bagaimana mungkin agama Islam yang fungsinya sebagai agama yang menyalin (naskh) dan menyempurnakan ajaran nabi-nabi sebelumnya, kemudian disatukan dengan ajaran yang di salin (mansukh).

Kedua, penyandaran ajaran Yahudi dan Nasrani kepada Nabi Ibrahim u sebenaranya hanyalah klaim tak mendasar. Karena, baik Nabi Ibrahim atau nabi-nabi lain pendahulu Nabi Muhammad r memiliki prinsip agama yang sama, yakni sebuah agama yang hanya mengesakan Allah I (tauhîd).4

Hal itu dapat dilihat secara jelas pada firman Allah I, dalam surah Ali Imran [3]: 67 (yang artinya): “Ibrahim u bukanlah orang Yahudi bukan (pula) seorang Nasrani, akan tetapi dia adalah orang yang lurus dan muslim. Dan tidaklah dia termasuk dari golongan orang-orang musyrik.”

Meunurut para Mufassir kata muslim pada ayat tadi adalah at-Tauhid, menunjukkan bahwa ajaran yang di anut oleh Nabi Ibrahim u bernama at-Tauhid. Meski demikian ia memiliki substansi yang sama dengan Islam, hanya saja setelah agama penyempurna yang dibawa Nabi Muhammad r datang, nama tersebut berubah menjadi agma Islam.

Bukti lain terkait hal ini adalah Hadis Shahih dari Shahabat Abu Hurairah: “Aku (Nabi Muhammad r) adalah orang yang paling dekat dengan Nabi Isa bin Maryam di dunia maupun di akhirat. Para nabi adalah bersaudara, ibu mereka berbeda-beda namun agama mereka adalah satu.”5

Ketiga, penyatuan tiga agama di bawah payung Abrahamic Faith adalah upaya yang bertepuk sebalah tangan. Dalam sejarah, baik kaum Yahudi atau Nasrani sejak dahulu tidak pernah bisa berkompromi menjadikan Nabi Ibrahim u sebagi pioner agama mereka. Sebuah data sejarah yang banyak dikutip oleh mufassir menyebutkan bahwa sekelompok Nasrani Najran pernah berselisih pendapat dengan sekelompok orang Yahudi. Mereka saling mengkalim sebagai pengikut sah Nabi Ibrahim AS.

Kaum Nasrani berkata bahwa Nabi Ibrahim u adalah seorang Nasrani, demikian pula orang Yahudi. Namun ketika perseteruan tersebut dihapkan pada Nabi Muhammad r, beliau malah berkata: “Dua kelompok itu (Yahudi dan Nasrani) bebas (bari’) dari Ibrahim u dan agamanya. Bahkan Nabi Ibrahim adalah seorang yang muslim dan tulus (hanîfan-musliman), dan aku (Nabi Muhammad) pengikut agamanya (Nabi Ibrahim u). Maka ikutilah agamanya, yakni agama Islam”6

Abdul Hamid/Istinbat